“Dari Ruang Kerja ke Pergerakan”
“ D ari R u ang Ke rja ke P erger ak an” Setelah kesibukan dalam area kerja berkurang, Muara Angke memasuki tahap lainnya yang juga sangat penting. Hasil tangkapan laut tidak hanya dikelola di pelabuhan, tetapi juga perlu bergerak keluar untuk mencapai ruang dan fungsi selanjutnya. Kegiatan di Muara Angke tidak berhenti setelah proses pemuatan dan pembongkaran selesai atau ketika irama kerja mulai melambat. Setiap hasil laut yang telah diproses dalam ruang pasar memerlukan jalur keberlanjutan agar bisa sampai ke tujuan berikutnya. Mobilitas menjadi unsur penting yang menjamin bahwa aktivitas di pelabuhan berlanjut di luar batas ruang kerja. Tanpa adanya pergerakan ini, serangkaian proses yang telah berjalan sejak pagi akan berhenti layaknya rangkaian yang terputus. Pada momen ini, pelabuhan mulai berinteraksi dengan sistem mobilitas yang lebih luas. Jalur masuk dan keluar, area bongkar, serta titik pertemuan antara pekerja dan kendaraan menjadi area transisi yang menghubungkan ak...