Ruang Kerja dan Lingkungan Fisik di Kawasan Pasar Ikan Muara Angke
Ruang Kerja dan Lingkungan Fisik di Kawasan Pasar Ikan Muara Angke
Pengaturan ruang pasar disusun berdasarkan kebutuhan operasional, bukan estetika visual. Bak-bak plastik, wadah hasil laut, serta peralatan kerja ditempatkan berdekatan agar perpindahan barang menjadi lebih praktis. Lorong-lorong sempit berfungsi sebagai jalur utama bagi para pekerja, memaksa mereka untuk melangkah hati-hati dan menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Ruang tersebut tidak dirancang untuk berhenti lama, melainkan untuk dilalui terus-menerus.
Lingkungan fisik ini dengan sendirinya memengaruhi perilaku kerja. Para pekerja terbiasa bergerak dengan cepat namun terukur, menghindari genangan air dan memperhatikan pergerakan rekan-rekan kerja. Keterbatasan ruang mengharuskan mereka untuk tetap waspada dan memiliki pemahaman situasional. Tanpa adanya tanda atau batasan yang jelas, pola pergerakan terbentuk dari kebiasaan dan pengalaman kolektif.
Penerangan dan sirkulasi udara menjadi bagian penting dari lingkungan kerja yang mempengaruhi aktivitas. Cahaya alami yang masuk melalui celah-celah bangunan tercampur dengan pencahayaan artificial, menciptakan suasana yang kontras antara terang dan gelap. Kondisi ini menuntut ketelitian penglihatan, terutama saat menangani hasil laut dan alat kerja. Aroma khas pasar ikan dan suara aktivitas menambah dimensi pengalaman ruang.
Ruang kerja di Pasar Ikan Muara Angke tidak bersifat pasif. Ia memiliki pengaruh yang aktif terhadap cara orang bekerja, bergerak, dan berinteraksi. Lingkungan fisik yang keras dan menantang membentuk daya tahan serta kemampuan adaptasi pekerja yang beraktivitas di dalamnya setiap hari.
Komentar
Posting Komentar